Monday, February 12, 2018

Cerita dewasa abg yang sangat puas
oleh pembantu





Cerita Dewasa ABG Yang Terpuaskan Oleh Pembantu –
Aku terbangun ketika aku merasakan tubuhku digoyang
seseorang, ternyata Mbok Parti yang membangunkanku.
Untungnya, Mbok Parti pulang lebih awal sehingga ada
yang membangunkanku karena jam wekerku mati, setelah
mataku sudah bisa dibuka lebar, aku langsung mandi dan
bersiap-siap, kemudian aku pergi ke sekolah dengan ojek.
Di pangkalan ojek, para tukang ojek berebutan untuk
memboncengiku karena selain aku wanita, wajahku cantik,
dan juga seragam sekolahku sangatlah sexy, tentu saja
mereka pada berebut. Tentu saja ketika aku sampai di
sekolah, teman-teman cowokku menyapaku dan
berebutan memintaku untuk jalan bareng ke kelas. Tapi,
aku menolak karena aku sedang ingin jalan ke kelas
sendirian.
Aku belajar di sekolah seperti biasa sampai pulang ke
sekolah. Setelah pulang, aku mengobrol-obrol dengan
teman-temanku di kantin sekolah, seperti biasa banyak
teman-teman cowokku yang ingin duduk dekat aku, aku
sih gak masalah yang penting bisa nyambung kalau bicara
denganku.
Ketika aku sedang mengobrol dengan teman-temanku,
aku melihat tukang sapu sekolahku mencuri-curi pandang
kepada aku dan disaat mata kami saling bertemu, aku
memberikan senyuman dan dia juga membalas dengan
senyuman. Sifat gila dan nakalku mulai kambuh lagi
karena aku ingin memberikan tubuhku kepada tukang
sapu sekolah yang sudah berusia 60 tahun itu.
Lalu aku mengobrol dengan teman-temanku sampai
sekitar jam 6 sore sehingga satu per satu temanku sudah
dijemput oleh supir mereka ataupun ayah mereka. Hingga
tinggal aku yang ada di kantin sekolah, sedangkan orang
yang berjualan di kantin juga sudah pulang semuanya.
Seram juga sendirian di kantin, jadi aku pergi untuk
menjalankan rencanaku yaitu menggoda tukang sapu
sekolah yang bernama Mang Diman. Setelah aku cari-cari
tidak ketemu dan juga keadaan bertambah seram, aku
berniat untuk pulang ke rumah, tapi sebelumnya karena
suasana yang lumayan dingin, aku jadi ingin ke kamar
mandi.
Setelah aku menyelesaikan “panggilan alam”, aku
mencuci tanganku di wastafel, lalu aku mengaca di depan
kaca besar yang ada di sebelah wastafel untuk
merapihkan pakaian dan rambutku. Sebelum keluar dari
kamar mandi, aku meminum pil pencegah kehamilan yang
bisa sampai satu minggu. Ketika aku keluar dari kamar
mandi, aku bertemu Mang Diman sedang mengepel lantai
di depan pintu kamar mandi.
“neng Denis, kok belum pulang hari gini?”.
“dari tadi mau pulang cuma aku kebelet pipis, jadinya aku
ke toilet dulu”.
“gimana, lancar gak?”.
“lancar apanya?”.
“pipisnya neng lancar gak?”.
“oh, pipis aku lancar kok,, “.
“oh ya, baju neng keliatannya sempit banget ya”.
“abisnya gak ada baju lagi sih, emang kenapa bang,
seragam aku bikin nafsu ya”.
“iya, baju neng tuh sexy banget,,”.
“tapi abang suka kan?”, melihat aku tidak menolak
mengobrol hal-hal yang jorok, Mang Diman semakin
mengarahkan obrolan kami ke arah yang berbau sex dan
sepertinya Mang Diman sudah sangat bernafsu melihat
tubuh putihku yang dibalut seragam super ketat dan super
mini.
Aku baru ingat kalau aku biasa pusing lalu pingsan
setelah meminum obat pencegah kehamilan. Benar saja,
tiba-tiba kepalaku pusing tujuh keliling dan aku langsung
tak sadar kemudian tubuhku langsung ambruk ke Mang
Diman, setelah itu aku tidak tau lagi. Aku mulai sadar
ketika kurasakan benda asing memasuki vaginaku,
spontan kubuka mataku dan aku melihat Mang Diman
sedang memasukkan 2 jarinya ke dalam vaginaku
sementara tangan satunya menutupi mulutku. Mang
Diman terus mengobok-obok vaginaku dengan 2 jarinya,
10 menit kemudian aku sudah tak tahan lagi menahan
kenikmatan seperti, lalu tubuhku mengejang dan akhirnya
cairan vaginaku mengalir deras.
Kemudian Mang Diman melepaskan tangannya dari
mulutku juga vaginaku, lalu berkata
“maaf neng, abang udah gak tahan”, aku mengatur
nafasku dulu baru aku menjawab
“ah, gak apa-apa kok bang, aku tau kalau gak ada laki-laki
yang tahan kalau ngeliat aku pake seragam ini”.
“bener nih non, gak apa-apa?” tanyanya lagi,
“iya, bener, tapi jangan disini donk, gak enak, serem lagi”
balasku karena aku dikerjai di bangku kantin.
“yaudah, yuk ke gudang aja”. “oh ya, ngomong-ngomong
celana dalamku kemana?”.
“nih, tadinya mau Mang Diman buang tapi takut non
marah”.
“untung gak dibuang, kalau dibuang kan tar pulang
vaginaku bisa disemutin”.
“emangnya vagina neng manis ya”.
“tar deh cobain, pasti abang sampe ketagihan”.
“wah, jadi pengen cepet-cepet”. Tanpa terasa sudah di
depan gudang, lalu kami berdua masuk ke gudang.
Setelah menyalakan lampu, Mang Diman langsung
meraba-raba tubuhku, meremas-remas dadaku serta
menciumi leher jenjangku yang putih dari belakang. Dia
meneruskan aktivitasnya sambil membuka kancing bajuku,
setelah kancing bajuku terbuka semua, Mang Diman kini
menurunkan rokku sehingga kini bagian bawahku sama
sekali tidak ada penghalang yang membuatku bisa
merasakan batang penis Mang Diman sudah tegak
mengacung ke pantatku.
Lalu aku menyuruh Mang Diman untuk melepaskan
dekapannya dulu, setelah pelukannya dilepas, aku
membalikkan tubuhku dan membuka baju serta bhku
sehingga tubuh putih mulusku terpampang jelas di depan
tukang sapu sekolah yang pantasnya menjadi kakekku.
Baru saja bhku kulepas, Mang Diman langsung melahap
kedua daging kenyalku. Aku hanya berkata dalam hati
“dasar lelaki, gak tua, gak muda, kalau udah ngeliat
cewek cakep telanjang langsung nyosor”, tapi
konsentrasiku terpecah karena Mang Diman menggigit
dan menarik-narik kedua putingku bergantian dengan
mulutnya yang sedikit ompong itu.
Aku hanya mendesah menikmati jilatan demi jilatan di
setiap senti kedua daging kenyalku. Setelah kedua buah
dadaku sudah dipenuhi air liurnya, Mang Diman menggelar
tikar lalu menyuruhku tiduran di atas tikar itu dan
melebarkan kakiku karena dia ingin menjilati vaginaku.
Kulakukan semua perintah Mang Diman. Kini vaginaku
yang merah merekah dan sudah basah akibat cairanku
sendiri terpampang jelas seolah menantang Mang Diman
untuk segera melahapnya. Rupanya Mang Diman ingin
melahap vaginaku dan ingin penisnya di oral olehku
secara bersamaan, makanya kami mengambil posisi 69
dengan aku diatasnya.
Lalu aku mulai menikmati rokok daging Mang Diman yang
sudah berdiri tegak sementara vaginaku sudah dijilati
Mang Diman di bawah sana. Kukeluarkan tekhnik oralku,
kusentil-sentil lubang kencingnya dengan lidahku, kujilat-
jilati buah zakarnya, dan kutelusuri setiap milimeter dari
batang penis Mang Diman.
Tapi, gara-gara kulumanku, Mang Diman malah jadi
tambah semangat menjilati vaginaku yang membuatku
merasa sangat nikmat sehingga aku harus menghentikan
kulumanku karena aku merasa sebentar lagi akan
mencapai orgasme. Mang Diman semakin membuatku
semakin keenakan karena selain dia menjilati vagina dan
klitorisku, dia juga memasuk-masukkan 2 jarinya ke dalam
vagina dan anusku secara bergantian lalu akhirnya
beberapa detik kemudian, cairanku mengalir deras dari
vaginaku yang langsung diseruput Mang Diman sampai
berbunyi
“ssllurrppp,,,,”.
“vagina neng emang bener-bener manis banget, abang jadi
ketagihan” kata Mang Diman setelah meminum habis
cairan vaginaku. “bener kan kataku, semua laki-laki yang
pernah ngerasain vaginaku pasti pada ketagihan deh”,
balasku pada Mang Diman yang kini mulai menjilati
vaginaku lagi, sementara aku melanjutkan kulumanku.
Sudah 15 menit aku mengulum penis keriput Mang Diman
tapi sama sekali tak ada tanda-tanda akan orgasme, ini
membuatku bingung karena tidak ada laki-laki yang bisa
tahan sampai selama ini kalau aku sudah mengeluarkan
tekhnik oralku.
“Tapi masa bodoh ah, yang penting ada penis yang bisa
aku jilati” pikirku dalam hati, lalu 5 menit kemudian aku
mengalami orgasme lagi dan cairan vaginaku langsung
diseruput habis oleh Mang Diman seperti sebelumnya.
Lalu aku berkata “udah dong bang, masa vaginaku cuma
dijilati doang, tusuk dong pake penis abang”,
“ok neng, penis abang juga udah gak sabar pengen
ngaduk-ngaduk vagina neng” balas Mang Diman.
Kemudian aku memutar badanku sehingga wajah kami
saling bertemu lalu kami berciuman sangat mesra dan
bergairah, lidah kami saling membelit, setelah aku
melepaskan cumbuanku, Mang Diman berkata “bibir non
rasanya kayak lemon manis”, kebetulan tadi pagi aku
memakai lipgloss rasa lemon, jadi mungkin terasa oleh
Mang Diman. Lalu aku memegang penis Mang Diman
yang berukuran 14 cm dan berdiameter 7 cm, kemudian
aku menuntun penis Mang Diman ke dalam vaginaku dan
lalu ketika penis Mang Diman sudah berada di dalam
vaginaku, aku menurunkan pinggulku sementara Mang
Diman menaikkan pinggulnya sehingga aku merasakan
seolah penis Mang Diman menancap sangat dalam
sampai mentok.
Kemudian Mang Diman mulai memompa penisnya keluar
masuk di dalam vaginaku sementara aku menaikkan
badanku ketika Mang Diman menarik penisnya dari
vaginaku dan aku menurunkan badanku ketika Mang
Diman memasukkan penisnya ke dalam vaginaku sehingga
penisnya tertanam sangat dalam di vaginaku. Sambil terus
menggenjotku, Mang Diman berkata
“neeng,,, keset baanggeet”, aku hanya membalas dengan
desahan-desahan karena sangat nikmat.
Tak terasa sudah 30 menit Mang Diman menggenjot
vaginaku, tapi tidak ada tanda-tanda akan orgasme,
malah Mang Diman mengganti-ganti caranya
menghujamkan penisnya ke dalam vaginaku, kadang dia
menghujamkan penisnya kuat-kuat ke dalam vaginaku,
kadang dia menghujamkan penisnya secara cepat lalu
mengeluarkannya secara perlahan, dan kadang aku hanya
diam sedangkan dia terus memompa vaginaku tanpa
ampun. Kemudian dia minta berganti posisi, kali ini aku
yang dibawah sementara Mang Diman menindih tubuhku
dan mulai memompa penisnya di dalam vaginaku lagi.
Memang luar biasa kakek yang satu ini, tak kusangka
dalam umurnya yang sudah 60-an ini masih bisa membuat
ABG sepertiku berkali-kali mengalami orgasme sedangkan
dia sama sekali belum menunjukkan akan orgasme.
Vaginaku sudah banjir akibat cairan vaginaku sendiri
sehingga menimbulkan bunyi
“Cleek,,,Clekk,,,Clekk” saat Mang Diman memompa
vaginaku.
Aku sudah tak kuat lagi karena tenagaku sudah habis
terkuras akibat berkali-kali mengalami orgasme sehingga
aku hanya bisa mendesah lemah merasakan penis Mang
Diman yang kuat dan perkasa keluar masuk vaginaku,
sementara Mang Diman terus menggenjot penisnya,
lidahnya masuk ke dalam mulutku yang langsung
kusambut dengan cara menghisap lidahnya dan
membelitnya dengan lidahku, kemudian dia melepaskan
ciumannya dan berkonsentrasi lagi pada genjotannya
terhadap vaginaku. Akhirnya, 25 menit kemudian, Mang
Diman mempercepat sodokannya lalu dia berkata
“neeeng, ke,,,ke,,luarin,,,,di,,,di,,,mana?”,
“di,,,da,,,,lem,,,ajjjaaa” balasku. Tak lama kemudian, Mang
Diman menyemprotkan spermanya ke dalam vaginaku
dalam jumlah yang sangat banyak.
Setelah yakin spermanya sudah tidak keluar lagi, Mang
Diman mengeluarkan penisnya yang berlumuran sperma
dan cairan vaginaku dari dalam vaginaku, lalu dia
mengorek-ngorek vaginaku dengan 3 jarinya dan
kemudian dia menyodorkan penisnya ke mulutku yang
langsung kusambut untuk merasakan spermanya dan
cairan vaginaku sendiri.
Setelah penisnya bersih, kini Mang Diman menyodorkan 3
jarinya yang berlumuran sperma dan cairanku, langsung
kumasukkan 3 jari keriput Mang Diman ke dalam mulutku
dan kemudian kujilati semuanya sampai bersih. Lalu dia
duduk di kursi untuk beristirahat sementara aku juga
berbaring lemah di tikar, untuk 10 menit ke depan ruangan
itu hanya dipenuhi suara nafas kami yang tersengal-sengal
dan juga suara jangkrik dari luar.
“neng, gak nyuci vagina dulu”.
“gak, ah males, emang kenapa?”.
“nggak, emangnya neng gak takut hamil?”. Karena sudah
kebiasaan di gangbang, tubuhku merasa segar setelah
beberapa menit beristirahat, lalu aku bangkit
menghampirinya dan duduk di atas pahanya, kemudian
penisnya kumasukkan ke dalam vaginaku yang masih
basah tak karuan, lalu kutekan kepalanya ke dadaku dan
kusuruh untuk menjilati seluruh bagian dadaku.
“aku sayang banget ma Mang Diman, jadi aku gak takut
kalau punya anak dari Mang Diman”.
“iyaa,,, tapi kan kalau neng hamil bisa berabe!”.
“hahaha,,, tenang aja lagi bang, aku udah minum obat
pencegah hamil jadi gak mungkin hamil”.
“fiuh, abang takut kalau punya anak lagi”.
“emangnya abang punya anak berapa?”.
“gara-gara penis ini, abang punya 5 anak laki-laki yang
sekarang sudah berkeluarga”.
“terus istri abang kemana?”.
“udah meninggal duluan”.
“oh, maaf bang aku gak tau”.
“gak apa-apa, tapi ngomong-ngomong abang gak
nyangka,, kalau neng Denis kuat juga”.
“aku lebih gak nyangka kalau Mang Diman masih bisa
bikin ABG kayak aku puas setengah mati”.
“siapa dulu,,, Mang Diman!!” Lalu kurasakan penisnya
sudah tegang lagi di dalam vaginaku.
“wah, abang udah tegang lagi, cepet banget!!”.
“lagian sih neng, naro penis abang di tempat yang anget
ama sempit kayak gini, dan belom lagi abang disuguhin
dada yang montok kayak gini, gimana penis abang gak
cepet bangun”.
“yawdah bang, ronde kedua yuk, tapi kali ini lubang yang
ditusuk pantatku ya, pasti abang pengen nyoba kan?”.
“ide bagus tuh, pasti lubang pantat neng seret ‘n sempit
banget”. Lalu kami mulai ronde kedua dengan lubang
anusku menjadi sasaran keperkasaan penis Mang Diman.
Seperti sebelumnya, dalam waktu kurang lebih sejam
Mang Diman menggenjot anusku dan akhirnya dia
menyemprotkan spermanya ke dalam anusku, setelah itu
aku melakukan cleaning service terhadap penisnya. Lalu
kami berdua istirahat, dan Mang Diman mengelap badan
keriputnya dengan handuk yang biasa dibawanya,
sementara aku masih terkulai lemas di tikar. Setelah 15
menit beristirahat, Mang Diman memakai pakaiannya lagi
sambil mengobrol denganku.
“neng, emangnya gak takut ama HIV atau yang lain?”.
“HIV,, gak takut layau, obat yang aku minum selain
mencegah hamil juga bisa nangkal semua penyakit ‘n juga
bikin vagina ama lubang pantatku sempit terus”.
“wow, itu obat dahsyat banget, dapet darimana neng?”.
“dapet dari temen aku yang ada di luar negeri”.
“oo gitu, ngomong-ngomong udah jam 10 nih, neng mau
pulang gak?”.
“gak nyangka udah jam 10, penis abang sih bikin aku lupa
daratan,,,hehe”.
“ya udah, abang anterin ya”. Lalu aku memakai pakaianku,
setelah selesai memakai pakaianku, aku menggandeng
tangan keriput Mang Diman keluar gudang lalu menuju
tempat parkir motor.
Kemudian aku diboncengi pulang dengan motor antik
Mang Diman, selama di perjalanan aku memeluk badan
Mang Diman dengan erat seperti memeluk pacarku
sendiri. Setelah sampai di depan pintu gerbang rumahku,
aku turun dari motor Mang Diman.
“neng, boleh gak kapan-kapan kita ngentot lagi?”.
“gak usah kapan-kapan, setiap jam 7 malam abis pulang
sekolah, tubuhku milik abang”.
“beneran nih neng?”
“bener bang, kan tadi aku udah bilang, aku sayang banget
ama abang Diman, jadinya aku seneng kalau tiap pulang
sekolah bisa ketemu abang ama penis abang yang mantap
itu, tapi ada saratnya nih bang”.
“saratnya apaan neng?”.
“yang pertama kalau pas siang harinya, sikap abang harus
biasa aja ke aku soalnya aku takut ketauan ama sekolah”.
“ok,, abang sanggup, terus apaan lagi neng saratnya?”
“sarat yang kedua, abang jangan manggil aku neng lagi,
mau gak?”.
“terus abang manggil neng Denis sayang boleh?”.
“itu terserah abang, terus sarat terakhirnya abang jangan
jajan sembarangan soalnya aku gak mau abang kena
penyakit lagipula kan udah aku yang bisa bikin abang
puas”.
“gak nyangka saratnya gampang banget, kirain saratnya
susah, yaudah neng, eh sayang, abang pulang dulu ya,
udah capek nih”. “yaudah, ati-ati ya sayangku, besok
malem lagi ya”. Lalu aku mencium bibir tuanya, dan
kemudian dia memacu motornya menjauh dari pintu
gerbang rumahku, sedangkan aku masuk ke dalam
rumahku.
Aku memberikan alasan belajar di rumah temen ke Mbok
Parti, tapi Mbok Parti mengeluarkan kata-kata yang tidak
dapat kupercaya.
“jangan pake alasan itu, Mbok udah tau kalau non Denis
udah gak perawan ‘n sering tidur sama laki-laki kok”.
Mataku terbelalak mendengar itu karena kupikir Mbok
Parti tidak tau kehidupanku.
“mbok tau darimana?”.
“wong, Mbok yang ngejaga non dari bayi sampe segede
gini masa Mbok gak tau sih”.
“ta,,,ta,,,tapi, Mbok gak bakal bilang ke papi mami kan?”
“tenang aja non, Mbok udah anggep non sebagai anak
Mbok sendiri jadi Mbok gak bakal bikin non susah”.
“fiuh,, makasih banget Mbok, aku emang lebih sayang
Mbok ketimbang papi mamiku yang selalu ninggalin aku”.
“yaudah non, gak usah nangis gitu, mereka kerja di luar
negeri buat non juga”.
“ya, aku juga tau Mbok, mungkin sudah jalan hidupku
begini”.
“yaudah non gak usah dipikirin, ngomong-ngomong non
Denis kan sering tidur ama banyak lelaki, emangnya gak
takut kena AIDS ?”.
“nggak Mbok, soalnya ada obat ini, selain mencegah
hamil selama 7 hari, obat ini juga bisa menangkal segala
penyakit kelamin. Obat ini aku dapat dari temanku yang
ada di luar negeri”.
“oohh, gitu, yaudah non makan dulu sana, abis itu non
mandi terus tidur”.
“ok, tapi aku punya satu pertanyaan lagi nih Mbok, boleh
gak aku telanjang aja di rumah tiap hari?”.
“terserah non aja,,,”. Lalu kubuka pakaian seragamku
beserta bh dan celanaku sehingga tubuhku yang habis
digarap oleh Mang Diman terpampang jelas di hadapan
Mbok Parti tanpa sehelai benangpun yang menutupi
tubuhku.
Mbok Parti berkomentar ketika melihat berkas-berkas
merah di payudara dan leherku karena cupangan-
cupangan Mang Diman. Dan Mbok Parti berkata
“non Denis, kayak abis diperkosa aja” ketika melihat noda
sperma yang telah mengering di daerah selangkanganku
dan juga dari lubang anusku.
Aku hanya tersenyum, lalu aku makan, setelah makan aku
pergi ke kamarku lalu mandi dan kemudian setelah itu aku
tidur dalam keadaan senang karena kini setiap malam
sehabis pulang sekolah, ada penis Mang Diman yang bisa
mengobok-obok vagina dan anusku dalam waktu yang
sangat lama sehingga membuatku mendapat kepuasaan
tiada tara.

No comments:

Post a Comment

Cerita Sek: Kakak Ipar Dan Gadis Cina  –  Meskipun produk dalam negri ngnggak kalah bersaing dengan produk luar tapi nggak bisa di pun...