Monday, February 12, 2018

Cerita dewasa Kepergok sedang
ngentot dengan tanteku





Kumpulan Dewasa Terkini – Cerita yang dituangkan di sini
adalah kisah nyata dan bagi yang kebetulan merasa sama
nama atau kisahnya mohon dimaafkan itu hanyalah
kebetulan. Kejadian ini terjadi sekitar 6 tahun yang lalu,
waktu itu aku masih berusia 16 tahun.
Aku mempunyai seorang tante bernama Lia yang umurnya
waktu itu 36 tahun. Tante Lia adalah adik dari Mamaku.
Tante Lia sudah menjanda selama lima tahun. Dari
perkawinan dia dengan almarhum suaminya tidak di
karunia anak. Tante Lia sendiri melanjutkan usaha
peninggalan dari almarhum suaminya. Dia tinggal di salah
satu perumahan yang tidak jauh dari rumahku. Dia tinggal
dengan seorang pembantunya, Mbak Sumi. Tante Lia ini
orangnya menurutku seksi sekali.
Cerita dewasa tante – Payudaranya besar bulat dengan
ukuran 36C, sedangkan tingginya sekitar 165 cm dengan
kaki langsing seperti peragawati dan perutnya rata soalnya
dia belum punya anak. Hal ini membuatku sering ke
rumahnya dan betah berlama-lama kalau sedang ada
waktu. Dan sehari-harinya aku cuma mengobrol dengan
tante Lia yang seksi ini dan dia itu orangnya supel benar
tidak canggung cerita-cerita dengan
Maka aku berupaya menemaninya dan sekalian ingin
melihat tubuhnya yang seksi. Setiap kali aku melihat
tubuhnya yang seksi, aku selalu terangsang dan aku
lampiaskan dengan onani sambil membayangkan
tubuhnya. Kadangkala timbul pikiran kotorku ingin
bersetubuh dengannya tapi aku tidak berani berbuat
macam-macam terhadap dia, aku takut nanti dia akan
marah dan melaporkan ke orang tuaku. Hari demi hari
keinginanku untuk bisa mendapatkan tante Lia semakin
kuat saja.
Kadang-kadang kupergoki tante Lia saat nabis mAlan, dia
hanya memakai lilitan handuk saja. Melihatnya jantungku
deg-degan rasanya, ingin segera membuka handuknya
dan melahap habis tubuh seksinya itu. Kadang-kadang
juga dia sering memanggilku ke kamarnya untuk
mengancingkan bajunya dari belakang. Benar-benar
memancing gairahku. Sampai pada hari itu tepatnya
malam minggu, aku sedang malas keluar bersama teman-
teman dan aku pun pergi ke rumah Tante Lia. Sesampai di
rumahnya, tante Lia baru akan bersiap makan dan sedang
duduk di ruang tamu sambil membaca majalah.
Kami pun saling bercerita, tiba-tiba hujan turun deras
sekali dan Tante Lia memintaku menginap saja di
rumahnya malam ini dan memintaku memberitahu orang
tuaku bahwa aku akan menginap di rumahnya berhubung
hujan deras sekali. “Lan, tante mau tidur dulu ya, udah
ngantuk, kamu udah ngantuk belum?”, katanya sambil
menguap. “Belum tante”, jawabku.
“Oh ya tante, Rio boleh pakai komputernya nggak, mau
cek email bentar”, tanyaku. “Boleh, pakai aja” jawabnya
lalu dia menuju ke kamarnya. Lalu aku memakai komputer
di ruang kerjanya dan mengakses situs porno. Dan terus
terang tanpa sadar kukeluarkan kemaluanku yang sudah
tegang sambil melihat gambar wanita setengah baya bugil.
Kemudian kuelus-elus batang kemaluanku sampai tegang
sekali berukuran sekitar 15 cm karena aku sudah
terangsang sekali.
Tanpa kusadari, tahu-tahu tante Lia masuk menyelonong
begitu saja tanpa mengetuk pintu. Saking kagetnya aku
tidak sempat lagi menutup batang kemaluanku yang
sedang tegang itu. Tante Lia sempat terbelalak melihat
batang kemaluanku yang sedang tegang hingga langsung
saja dia bertanya sambil tersenyum manis. “Hayyoo lagi
ngapain kamu, Lan?” tanyanya. “Aah, nggak apa-apa tante
lagi cek email” jawabku sekenanya. Tapi tante Lia
sepertinya sadar kalau aku saat itu sedang mengelus-elus
batang kemaluanku.
“Ada apa sih tante?” tanyaku. “Aah nggak, tante cuma
pengen ajak kamu temenin tante nonton di kamar”
jawabnya. “Oh ya sudah, nanti saya nyusul ya tante”
jawabku. “Tapi jangan lama-lama yah” kata Tante Lia lagi.
Setelah itu aku berupaya meredam ketegangan batang
kemaluanku, lalu aku beranjak menuju ke kamar tante
kesepian dan menemani tante Lia nonton film horor yang
kebetulan juga banyak mengumbar adegan-adegan syur.
Melihat film itu langsung saja aku menjadi salah tingkah,
soalnya batang kemaluanku langsung saja bangkit lagi.
Malah Tante Lia sudah memakai baju tidur yang tipis dan
gilanya dia tidak memakai bra karena aku bisa melihat
puting susunya yang agak mancung ke depan. Gairahku
memuncak melihat pemandangan seperti itu, tapi apa
boleh buat aku tidak berani berbuat macam-macam.
Batang kemaluanku semakin tegang saja sehingga aku
terpaksa bergerak-gerak sedikit guna membetulkan
posisinya yang miring. Melihat gerakan-gerakan itu tante
Lia rupanya langsung menyadari sambil tersenyum ke
arahku. “Lagi ngapain sih kamu, Lan?” tanyanya sambil
tersenyum. “Ah nggak apa-apa kok, tante” jawabku malu.
Sementara itu tante Lia mendekatiku sehingga jarak kami
semakin dekat di atas ranjang. “Kamu terangsang yah,
Lan, lihat film ini?” “Ah nggak tante, biasa aja” jawabku
mencoba mengendalikan diri.
Bisa kulihat payudaranya yang besar menantang di sisiku,
ingin rasanya kuhisap-hisap sambil kugigit putingnya. Tapi
rupanya hal ini tidak dirasakan olehku saja, Tante
kesepian Lia pun rupanya sudah agak terangsang sehingga
dia mencoba mengambil serangan terlebih dahulu.
“Menurut kamu tante seksi nggak, Lan?” tanyanya. “Wah
seksi sekali tante” kataku. “Seksi mana sama yang di film
itu?” tanyanya lagi sambil membusungkan payudaranya
sehingga terlihat semakin membesar. “Wah seksi tante
dong, abis bodynya tante bagus sih” kataku.
“Ah masa sih?” tanyanya. “Iya benar tante, swear..”
kataku. Jarak kami semakin merapat karena tante Lia
terus mendekatkan tubuhnya padaku, lalu dia bertanya
lagi padaku.. “Kamu mau nggak kalo diajak begituan sama
tante”. “Mmaauu tante..” Ah, seperti ketiban durian runtuh,
kesempatan ini tidak tentu aku sia-siakan, langsung saja
aku memberanikan diri untuk mencoba mendekatkan diri
pada tante Lia. “Wahh barang kamu lumayan juga, Lan”
katanya. “Ah tante kesepian bisa aja..
Tante kok kelihatannya makin lama makin seksi aja sih..
Sampe saya gemes deh ngeliatnya..” kataku. “Ah nakal
kamu yah, Lan” jawabnya sambil meletakkan tangannya di
atas kemaluanku. “Waahh jangan dipegangin terus tante,
ntar bisa tambah gede loh” kataku. “Ah yang benar nih?”
tanyanya. “Iya tante.. Ehh.. Ehh aku boleh pegang itu
nggak tante?” kataku sambil menunjuk ke arah
payudaranya yang besar itu.
“Ah boleh aja kalo kamu mau” jawabnya. Wah
kesempatan besar, tapi aku agak sedikit takut, takut dia
marah tapi tangan si tante sekarang malah sudah
mengelus-elus kemaluanku sehingga aku memberanikan
diri untuk mengelus payudaranya. “Ahh.. Arghh enak Lan..
Kamu nakal ya” kata tante sembari tersenyum manis ke
arahku, spontan saja kulepas tanganku. “Loh kok dilepas
sih Lan?” tanyanya. “Ah takut tante marah” kataku. “Oohh
nggak lah, Lan.. Kemari deh”.
Tanganku digenggam tante kesepian Lia, kemudian
diletakkan kembali di payudaranya sehingga aku pun
semakin berani meremas-remas payudaranya. “Aarrhh..
Sshh” rintihnya hingga semakin membuatku penasaran.
Lalu aku pun mencoba mencium tante Lia, sungguh di
luar dugaanku, Tante Lia menyambut ciumanku dengan
beringas. Kami pun lalu berciuman dengan nafsu sekali
sambil tanganku bergerilya di payudaranya yang sekal
sekali itu. “Ahh kamu memang hebat Lan.. Terusin Lan..
Malam ini kamu mesti memberikan kepuasan sama tante
yah.. Arhh.. Arrhh”.
“Tante, aku boleh buka baju tante nggak?” tanyaku. “Oohh
silakan Lan”, sambutnya. Dengan cepat kubuka bajunya
sehingga payudaranya yang besar dengan puting yang
kecoklatan sudah berada di depan mataku, langsung saja
aku menjilat-jilat payudaranya yang memang aku kagumi
itu. “Arrgghh.. Arrgghh..” lagi-lagi tante mengerang-erang
keenakan. “Teruuss.. Teerruuss Lan.. Ahh enak sekali..”
Lama aku menjilati putingnya sehingga tanpa kusadari
batang kemaluanku juga sudah mulai mengeluarkan cairan
bening pelumas di atas kepalanya.
Lalu sekilas kulihat tangan Tante kesepian Lia sedang
mengelus-elus bagian klitorisnya sehingga tanganku pun
kuarahkan ke arah bagian celananya untuk kulepaskan.
“Aahh buka saja Lan.. Ahh” Nafas Tante Lia terengah-
engah menahan nafsu. Seperti kesetanan aku langsung
membuka CD-nya dan lalu kuciumi. Sekarang Tante
kesepian Lia sudah bugil total. Kulihat liang kemaluannya
yang penuh dengan bulu.
Lalu dengan pelan-pelan kumasukkan jariku untuk
menerobos liang kemaluannya yang sudah basah itu.
“Arrhh.. Sshh.. Enak Lan.. Enak sekali” jeritnya. Setelah
puas jariku bergerilya lalu kudekatkan mukaku ke liang
kemaluannya untuk menjilati bibir kemaluannya yang licin
dan mengkilap itu. Lalu dengan nafsu kujilati liang
kemaluannya dengan lidahku turun naik seperti mengecat
saja.
Tante Lia semakin kelabakan hingga dia menggoyangkan
kepalanya ke kanan dan ke kiri sambil meremas
payudaranya. “Aah.. Sshh tante udaahh nggaakk tahaann
laaggii.. Tante udaahh maauu kkeeluuaarr.. Ohh”, dengan
semakin cepat kujilati klitorisnya dan jariku kucobloskan
ke liang kemaluannya yang semakin basah. Beberapa saat
kemudian tubuhnya bergerak dengan liar sepertinya akan
orgasme. Lalu kupercepat jilatanku dan tusukan jariku
sehingga dia merasa keenakkan sekali lalu dia menjerit..
“Oohh.. Aarrhh..
Tante udah keeluuaarr Lan.. Ahh” sambil menjerit kecil
pantatnya digoyang-goyangkan dan lidahku masih terus
menjilati bagian bibir kemaluannya sehingga cairan
orgasmenya kujilati sampai habis. Kemudian tubuhnya
tenang seperti lemas sekali. “Wah ternyata kamu hebat
sekali, tante sudah lama tidak merasakan kepuasan ini
loh..” ujarnya sambil mencium bibirku sehingga cairan
liang kemaluannya di bibirku ikut belepotan ke bibir Tante
Lia. Sementara itu batang kemaluanku yang masih tegang
di elus-elus oleh tante Lia dan aku pun masih memilin-
milin puting tante yang sudah semakin keras itu. “Aahh..”
desahnya sambil terus mencumbu bibirku. “Sekarang
giliran tante.. Tante akan buat kamu merasakan
nikmatnya tubuh tante”.
Tangan tante Lia segera menggerayangi batang
kemaluanku lalu digenggamnnya batang kemaluanku
dengan erat sehingga agak terasa sakit tapi kudiamkan
saja karena terasa enak juga diremas-remas oleh tangan
tante Lia. Lalu aku juga tidak mau kalah, tanganku juga
terus meremas-remas payudaranya yang indah itu.
Rupanya tante Lia mulai terangsang kembali ketika
tanganku meremas-remas payudaranya dengan sesekali
kujilati putingnya yang sudah tegang itu, seakan-akan
seperti orang kelaparan, kukulum terus puting susunya
sehingga tante Lia menjadi semakin blingsatan.
“Aahh kamu suka sekali sama dada tante yah, Lan?” “Iya
Tante abis tetek tante bentuknya sangat merangsang sih..
Terus besar tapi masih tetap kencang..” “Aahh kamu
memang pandai muji orang, Lan..” Sementara itu
tangannya masih terus membelai batang kemaluanku yang
kepalanya sudah berwarna kemerahan tetapi tidak
dikocok hanya dielus-elus. Lalu tante kesepian Lia mulai
menciumi dadaku terus turun ke arah selangkanganku
sehingga aku pun mulai merasakan kenikmatan yang luar
biasa sampai akhirnya Tante Lia berjongok di bawah
ranjang dengan kepala mendekati batang kemaluanku.
Sedetik kemudian dia mulai mengecup kepala batang
kemaluanku yang telah mengeluarkan cairan bening
pelumas dan merata tersebut ke seluruh kepala batang
kemaluanku dengan lidahnya. Aku benar-benar merasakan
nikmatnya service yang diberikan oleh Tante kesepian Lia.
Lalu dia mulai membuka mulutnya dan lalu memasukkan
batang kemaluanku ke dalam mulutnya sambil menghisap-
hisap dan menjilati seluruh bagian batang kemaluanku
sehingga basah oleh ludahnya.
Selang beberapa menit setelah tante kesepian melakukan
hisapannya, aku mulai merasakan desiran-desiran
kenikmatan menjalar di seluruh batang kemaluanku lalu
kuangkat Tante Lia kemudian kudorong perlahan sehingga
dia telentang di atas ranjang. Dengan penuh nafsu
kuangkat kakinya sehingga dia mengangkang tepat di
depanku. “Aahh Lan, ayolah masukin batang kemaluan
kamu ke tante yah..
Tante udah nggak sabar mau ngerasain memek tante
disodok-sodok sama batangan kamu itu”. “Iiyaa tante”
kataku. Lalu aku mulai membimbing batang kemaluanku
ke arah lubang kemaluannya tapi aku tidak langsung
memasukkannya tapi aku gesek-gesekan terlebih dulu ke
bibir kemaluannya sehingga tante kesepian Lia lagi-lagi
menjerit keenakan.. “Aahh.. Aahh.. Ayolah Lan, jangan
tanggung-tanggung masukiinn..” Lalu aku mendorong
masuk batang kemaluanku.
Uh, agak sempit rupanya lubang kemaluannya sehingga
agak sulit memasukkan batang kemaluanku yang sudah
tegang sekali itu. “Aahh.. Sshh.. Oohh pelan-pelan Lan..
Teruss-teruuss.. Aahh” Aku mulai mendorong kepala
batang kemaluanku ke dalam liang kemaluan Tante
kesepian Lia sehingga dia merasakan kenikmatan yang
luar biasa ketika batang kemaluanku sudah masuk
semuanya.
Kemudian batang kemaluanku mulai kupompakan dengan
perlahan tapi dengan gerakan memutar sehingga pantat
Tante Lia juga ikut-ikutan bergoyang. Rasanya nikmat
sekali karena goyangan pantat tante Lia menjadikan
batang kemaluanku seperti dipilin-pilin oleh dinding liang
kemaluannya yang seret itu dan rasanya seperti empotan
ayam. Sementara itu aku terus menjilati puting dan
menjilati leher yang dibasahi keringatnya. Sementara itu
tangan Tante Lia mendekap pantatku keras-keras
sehingga kocokan yang kuberikan semakin cepat lagi.
“Oohh.. Sshh.. Lan.. Enak sekali.. Oohh.. Ohh..” mendengar
rintihannya aku semakin bernafsu untuk segera
menyelesaikan permainan ini. “Aahh.. Cepat Lan, tante
mau keluuaarr.. Aahh” Tubuh tante kesepian Lia kembali
bergerak liar sehingga pantatnya ikut-ikutan naik. Rupanya
dia kembali orgasme, bisa kurasakan cairan hangat
menyiram kepala batang kemaluanku yang sedang
merojok-rojok liang kemaluannya. “Aahh.. Sshh.. Sshh”,
desahnya, lalu tubuhnya kembali tenang menikmati sisa-
sisa orgasmenya. “Wahh kamu memang hebaat Lan..
Tante sampe keok dua kali sedangkan kamu masih tegar”
“Iiyaa tante.. Bentar lagi juga Alan keluar nih..” ujarku
sambil terus menyodok liang kemaluannya yang
berdenyut-denyut itu. “Aahh enak sekali tante.. Aahh..”
“Terusin Lan.. Terus.. Aahh.. Sshh” erangan tante Lia
membuatku semakin kuat merojok-rojok batang
kemaluanku dalam liang kemaluannya. “Aauuhh pelan-
pelan Lan, aahh.. Sshh”
“Aduh tante bentar lagi aku udah mau keluar nih..” kataku.
“Aahh.. Lan.. Keluarin di dalam aja yah.. Aahh.. Tante mau
ngerasain.. Ahh.. Shh.. Mau rasain siraman hangat peju
kamu..” “Iiyyaa.. Tante..” Lalu aku mengangkat kaki kanan
tante sehingga posisi liang kemaluannya lebih menjepit
batang kemaluanku. “Aahh.. Oohh.. Aahh.. Sshh.. Tante,
Rio mau keluar nih.. Ahh” lalu aku memeluk tante Lia
sambil meremas-remas payudaranya. Sementara itu, tante
Lia memelukku kuat-kuat sambil menggoyang-goyangkan
pantatnya.
“Aahh tante juga mau keluar lagi aahh.. Sshh..” lalu
dengan sekuat tenaga kurojok liang kemaluannya
sehingga kumpulan air maniku yang sudah tertahan
menyembur dengan dahsyat. Seerr.. Seerr.. Croott..
Croott.. “Aahh enak sekali tante.. Aahh.. Ahh..” Selama
dua menitan aku masih menggumuli tubuh Tante kesepian
Lia untuk menuntaskan semprotan maniku itu. Lalu Tante
kesepian Lia menbelai-belai rambutku. “Ah kamu ternyata
seorang jagoan, Lan..” Setelah itu dia mencabut batang
kemaluanku dari liang kemaluannya kemudian
dimasukkan kembali ke dalam mulutnya untuk dijilati oleh
lidahnya.
Ah, ngilu rasanya batang kemaluanku dihisap olehnya. Dan
kemudian kami berdua pun tidur saling berpelukan. Malam
itu kami melakukannya sampai tiga kali. Setelah kejadian
itu kami sering melakukan hubungan seks yang kadang-
kadang meniru gaya-gaya dari film porno. Hubungan kami
pun berjalan selama dua tahun dan akhirnya diketahui
oleh orang tuaku. Karena merasa malu, Tante kesepian
Lia pun pindah ke Jakarta dan menjalankan usahanya di
sana.
Aku benar-benar sangat kehilangan Tante Lia dan
semenjak kepindahannya, tante Lia tidak pernah
menghubungiku lagi.

No comments:

Post a Comment

Cerita Sek: Kakak Ipar Dan Gadis Cina  –  Meskipun produk dalam negri ngnggak kalah bersaing dengan produk luar tapi nggak bisa di pun...